2014-01-20

Penggunaan IF

ada sesuatu yang menarik tentang penggunaan if. IF adalah perintah untuk logika di pemrograman. Tugasnya menentukan apa yang akan dilakukan bila kondisi sesuai yang di jelaskan di if tersebut. Sebagai contoh
if ( var = 1) maka jalankan perintah backup
tidak ada yang mempersulit dari pemakaian if ini, kecuali isi dari kondisi di dalamnya yang terkadang suka salah input. Terutama bila kondisi bukan 1 tetapi 2 atau lebih. Tetapi itu bukan masalah bila anda memperhatikan penulisannya, terutama penulisan yang mudah di lihat oleh mata.

Ini belum termasuk bila yang ditulis memang panjang dan sulit bagi mata anda memahami kondisi didalamnya. Tetapi dengan memperhatikan cara penulisannya, maka anda bisa menghindari hal demikian.

PASANGAN IF YAITU ELSE

dalam pemakaian if sebenarnya ada else yang terkadang tidak kita gunakan karena dirasa cukup memakai if saja. Namun setelah melihat coding buatan para programer baru, saya menemukan bahwa 
apapun codingnya, else harus ikut walau kosong
alasan ini di dasari tentang kemungkinan bila ada kegagalan saat melakukan input atau melakukan kondisi. Sebagai contoh adalah kita harus melihat apakah nilai variable ada isinya atau tidak. normalnya kita cukup menulis if( ) saja. Namun pernahkah berfikir apa yang akan kamu lakukan kalau nilai variablenya tidak ada?
Apakah  biarkan saja lewat? bila memang biarkan saja lewat, lebih baik jangan  lupakan memakai else walaupun else kosong.

IF BERCABANG

hal yang paling menyusahkan dalam if adalah bila bercabang-cabang, seperti 
if() {   }elseif(){ }else{}
belum lagi dalam if ada if lagi yang makin membuat ribet coding anda. Tidak ada yang salam memakai if bercabang atau if dalam if ! Namun akan salah bila kamu tidak meninggalkan pesan untuk apa if bercabang itu digunakan.
50% orang yang mengedit coding sendiri miss apa yang dikerjakan! berbeda dengan orang yang baru mengerjakan. Namun tidak menutup kemungkinan kamu bisa menyingkat IF tersebut dengan switch ()

SWITCH

pilihan terbaik tetapi tidak selalu yang tepat. Akan lebih afdol bila kamu melakukan check sendiri kenapa. Belum tentu pernyataan saya tepat. Karena pernyataan ini dibangun atas kebingungan pemakaian switch dan juga fakta bahwa format pemakaian switch tidak sesuai keinginan kita.

Tidak ada komentar: